Nuaiman bin Amr al-Anshori adalah sahabat lama Rasulullah saw dan seorang yang kocak serta bercanda. Dia menuturkan bahwa pada suatu hari seorang Arab dusun datang ke Madinah dan menambatkan untanya di belakang masjid, lalu segera masuk kedalam serta menghadap Rasulullah. Sebagian sahabat berkata kepada Nuaiman, "Andai engkau sembelih unta-unta itu, lalu dagingnya kita bagi-bagikan, dan tentu Rasulullah yang akan membayar harga unta itu kepada si orang Arab dusun itu..."
Nuaiman segera pergi dan Rasulullah saw pun keluar dari masjid dan melihat unta milik orang Arab dusun itu tak bernyawa. Rasul bertanya,
"Siapa yang telah membunuh unta ini?"
Mereka menjawab, "Nuaiman yang melakukannya."
Lalu, Rasul mengutus beberapa orang untuk mencari dan memanggil Nuaiman. Mereka menemukan Nuaiman di rumah Dhuba'ah binti Zubair yang terletak dekat masjid. Lalu, para utusan Rasul saw itu dibawa ke tempat persembunyian Nuaiman; dalam sebuah lubang yang bagian atasnya tertutupi oleh rumput yang baru saja dipotong.
Para utusan itu pun kembali menemui Rasulullah saw, lalu mengajak Rasulullah saw beserta sahabat lain ke rumah Dhuba'ah serta menunjukkan tempat persembunyian Nuaiman.
Rasulullah saw bersabda, "Singkirkan rumput yang ada di atas lubang itu."
Setelah mereka menyingkirkan rumput itu, muncullah Nuaiman dengan wajah yang kehijauan, terkena rumput basah.
Rasulullah saw bertanya, "Wahai Nuaiman, apa yang telah kau perbuat?"
Dia menjawab, "Wahai Rasulullah, saya bersumpah demi Allah, mereka yang menunjukkan kepada Anda tempat persembunyian saya juga yang memaksa saya melakukan perbuatan itu."
Rasulullah saw tersenyum, lalu membersihkan rumput yang masih menempel di wajah dan kening Nuaiman, serta membayar tebusan unta milik orang Arab dusun itu.
Nuaiman segera pergi dan Rasulullah saw pun keluar dari masjid dan melihat unta milik orang Arab dusun itu tak bernyawa. Rasul bertanya,
"Siapa yang telah membunuh unta ini?"
Mereka menjawab, "Nuaiman yang melakukannya."
Lalu, Rasul mengutus beberapa orang untuk mencari dan memanggil Nuaiman. Mereka menemukan Nuaiman di rumah Dhuba'ah binti Zubair yang terletak dekat masjid. Lalu, para utusan Rasul saw itu dibawa ke tempat persembunyian Nuaiman; dalam sebuah lubang yang bagian atasnya tertutupi oleh rumput yang baru saja dipotong.
Para utusan itu pun kembali menemui Rasulullah saw, lalu mengajak Rasulullah saw beserta sahabat lain ke rumah Dhuba'ah serta menunjukkan tempat persembunyian Nuaiman.
Rasulullah saw bersabda, "Singkirkan rumput yang ada di atas lubang itu."
Setelah mereka menyingkirkan rumput itu, muncullah Nuaiman dengan wajah yang kehijauan, terkena rumput basah.
Rasulullah saw bertanya, "Wahai Nuaiman, apa yang telah kau perbuat?"
Dia menjawab, "Wahai Rasulullah, saya bersumpah demi Allah, mereka yang menunjukkan kepada Anda tempat persembunyian saya juga yang memaksa saya melakukan perbuatan itu."
Rasulullah saw tersenyum, lalu membersihkan rumput yang masih menempel di wajah dan kening Nuaiman, serta membayar tebusan unta milik orang Arab dusun itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar